Translate

Jumat, 16 Oktober 2015


Gunung Pegat Normal 0 false false false false EN-US X-NONE X-NONE

  NGETRIP GUNUNG PEGAT

 Hari selasa tanggal 13 bulan oktober 2015, untuk pertama kalinya saya mendaki gunung, makan dan minum seadanya, tidur outdor. Hari ini sekitar pukul 4 sore. Saya melakukan persiapan untuk mendaki gunung atau bisa disebut bukit, karena ketinggianya yang enggak tinggi tinggi amat.
hal hal yang perlu diperhatikan saat mendaki gunung (bagi saya):
-          Sepatu yang kuat dan pas dengan postur kaki yang pasti lentur dan kesat
-          Pakaian yang tidak terlalu ketat juga tidak terlalu longgar
-          Minum air mineral tidak terlalu banyak
-          Bawa keperluan pribadi:
-          Senter
-          Pisau
-          Tali
-          Mie instan
-          Panci
-          Piring
-          Sendok
-          Korek
-          Jaket
-          Kantong tidur
Setelah semua siap, saya segera menuju ke sekolah saya untuk menunggu anggota lainnya datang. Namun ternyata, tidak semua berkumpul di sekolah melainkan di rumah mas krisinda(XII TKJ). Disana saya menemui mas krisinda dan mas ekik, selang beberapa menit datang mbak sulis dan beberapa temannya yang saya tidak tau namanya. Jadi seluruh anggota yang datang ada 14 orang:
-          Krisnanda/mblondot(XII TKJ)
-          Ekik/ecil(XII TKJ)
-          Ryan/kajirun(XII TKJ)
-          Fain A’A Slamet(XII TKJ)
-          OM(XII TKJ)
-          Aldi(X TKJ)
-          Sulis(XI)
-          Teman mas ekik(SMKN1)
-          Singgih/ciko(X PM 3)
-          Lailia(XI)
Dan yang 4 lainnya saya tidak tau namanya.
            Waktu menunjukan pukul 18.00WIB, kami berangkat dari kediaman mas kris menuju ke kediaman Bpk/Ibu RT yang paling dekat dengan gunung pegat. Tidak lupa membawa tenda dan keperluan kelompok lainnya. Kami berangkat menggunakan sepeda motor melalui jalan yang sedikit berlubang. Entah berapa menit kami OTW, saya tidak sempat melihat jam karena saya yang menyetir sepeda motor. Oke singkat cerita setelah kami sampai kami langsung menemui Bpk/Ibu RT, berdoa, dan berangkat mendaki gunung. Medan mendaki yang tidak terlalu curam, namun karena struktur tanah yang kering dan berpasir, kami sempat beberapa kali terpeleset karena kurang tepat memijakan kaki pada tanah. Tidak sampai satu jam kami mendaki akhirnya
sampai di puncak gunung pegat.
Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil:



            Harap maklum ini motret pakai kamera SAMSUNG YOUNG jadul yang Cuma 3 megapixel.

            Pemandangan sekitar gunung pegat di malam hari, foto pertama terlihat seperti sesosok makhluk yang sedang lewat, xixixi yang bener aja. Ya boleh percaya boleh tidak

Harap maklum ini motret pakai kamera SAMSUNG YOUNG jadul yang Cuma 3 megapixel.


Harap maklum ini motret pakai kamera SAMSUNG YOUNG jadul yang Cuma 3 megapixel.

Harap maklum ini motret pakai kamera SAMSUNG YOUNG jadul yang Cuma 3 megapixel.

            Mas ekik, krisnanda dan fain.sedang menyambung tiang yang akan digunakan untuk mendirikan tenda, maaf saya fotonya dari dekat kalau dari jauh gk kelihatan, Cuma gelap doing.

            Sekitar pukul 21.00WIB, tenda selesai didirikan, mbak sulis dkknya menyiapkan makan malam untuk kami santap malam ini, ya walaupun sepiring berdua, tapi tak apa lah ya. Oke, selesai makan kami menyalakan api unggun agar supaya saat tidur nanti tidak ada nyamuk + kedinginan. Waktu menunjukan pukul 00.00WIB, saya terbangun dari tidur saya, saya kedinginan karena memang anggota laki laki tidur diluar tenda. Beberap menit kemudian saya tidur lagi, sampai waktu menunjukan pukul 2 dini hari. Api unggun mulai padam, hawa dingin menyelimuti tubuh saya, dan tiba tiba, saya mendengar suara yang mungkin itu suara burung besar yang terbang, tepat diatas saya. Namun karena kondisi yang gelap, saya sedikit kesulitan melihat objek bergerak secepat itu, selang beberapa menit saya mencoba untuk tidur, namun tetap saja saya mendengar suara itu lagi, ditambah suara langkah kaki yang mengingatkan saya bahwa malam itu adalah malam suro. Dalam ilmu jawa di malam suro maupun hari yang dinamai suro, kita dilarang untuk pergi jauh keluar rumah, ya mungkin biar enggak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
            Dipagi hari ini sebuah anugrah bagi kami, karena  tidak ada kendala atau  musibah yang terjadi malam itu. Berikut dua foto yang saya ambil sebelum sarapan:
 





            Setelah sarapan, sekitar pukul 8 pagi, kami berkemas, dan berdoa, agar perjalan pulang nanti selamat sampai tujuan. Oke selesai berkemas, kami langsung menuruni gunung, sebelum menuruni gunung tak lupa kami sempatkan untuk berfoto bersama(sory fotonya make hp saya). Kami menemui sekumpulan “bocah bocah sedikit bermasalah”, kejadian ini tidak perlu saya ceritakan.     


 Sekitar 30menit kami menuruni gunung akhirnya kami sampai di kediaman Bpk/Ib RT, dan mengambil kendaraan yang kemarin kami titipkan ke beliau.

Sebelum pulang ke rumah beberapa dari kami ada yang langsung pulang, dan ada yang mampir untuk berenang plus membersihkan tenda, sebenarnya tendanya enggak terlalu kotor, tapi karna kami juga ingin bermain air. Setelah kedinginan bermain air, kamipun saling berfoto dan berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar